logo-bilitano-morowali
Search
Close this search box.

KETUA GRD KK-MOROWALI: MEMINTA PT.IMIP DAN PEMERINTAH PENUHI TUNTUTAN MASYARAKAT LABOTA

Aksi Demonstrasi Gerakan Masyarakat Desa Labota Sadar Lingkungan (GMDLSL), dan organisasi tergabung mendapat dukungan dari Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-MOROWALI) mendesak PT.Indonesia Morowali Industrial Park (PT.IMIP) segera penuhi tuntutan masyarakat labota. 21/7/24.

Demonstrasi yang dilakukan sejak hari kamis, 18 juli 2024, berlokasi depan pintu masuk Terminal Khusus (TERSUS) belum mendapatkan hasil maksimal dari pihak PT.IMIP, sehingga masa aksi sampai hari minggu, 21 juli 2024 masi memasang tenda untuk bermalam menduduki pintu masuk tersus.

Udin sebagai kordinator GMDLSL menyampaikan seharusnya PT.IMIP bisa bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan hari ini, karena masi banyak masalah lingkungan lainya yang harus diselesaikan tapi masalah lingkungan ini menjadi fokus kita, apalagi kami sebagai masyarakat labota setiap harinya merasakan dampak dari aktivitas PT.IMIP, ironisnya pemerintah ikut berdiam diri tidak melakukan tindakan apapun untuk merespon keluhan masyarakat labota yang terdampak langsung dari hadirnya PLTU dan TERSUS.

Udin juga menambahkan, jika pihaknya akan terus melanjutkan perjuangan mereka untuk mendapatkan perlakuan yang seimbang atas hadirnya perusahaan yang telah masuk sampai di tenggah perkampungan, kami juga akan mengajak masyarakat untuk bergerak bersama-sama berjuang agar bisa tercipta keamanan dan keyamanan di labota”.

AMRIN selaku Ketua GRD KK-MOROWALI menyampaikan bahwa “Aksi demonstrasi hingga pendudukan di pintu masuk tersus yang dilakukan oleh masyarakat labota saat ini adalah respon kecewa dari masyarakat setempat atas tidak adanya penyelesaian tuntutan masyarakat, yang meminta kepada pihak perusahaan untuk segera merealisasikan permintaan masyarakat labota untuk diberikan hak seimbang yang saat ini berada ditengah tengah aktifitas tersus dan PLTU, belum lagi dua confeyor yang ada diujung kampung sangat meresahkan masyarakat setempat”.

AMRIN juga menambahkan, hadirnya PT.IMIP dikabupaten morowali, kecamatan bahodopi harusnya bisa menjadi perusahaan yang memajukan daerah dan kehiduapan masyarakat setempat, pada faktanya hari ini perusahaan hadir justru lebih banyak menciptakan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan yang sulit di tangulangi, dan ini tidak berjalan sesuai dengan nilai positif terhadap hadirnya perusahaan.

Sehingga hal ini kami menduga adanya bentuk pembodohan yang dilakukan kepada masyarakat, saat tahapan awal masuknya PT.IMIP melakukan penambahan lahan dibeberapa desa salah satunya dssa labota, bahkan bayangan yang akan diberikan ke desa labota bahwa akan dijadikan wilayah metropolitan, tetapi fakta dilapangan hari ini ada banyak kerusakan lingkungan yang terjadi.

Terakhir Amrin juga menambahkan adanya indikasi keterlibatan beberapa orang dan tokoh-tokoh masyarakat yang turun langsung melakukan penawaran dengan pemilk lahan, tetapi yang disampaikan kepada pemilik lahan bertolak belakang dengan apa yang dibaguh hari ini oleh PT.IMIP, dan hal ini kami akan terus lakukan investigasi terkait orang-orang yang melakukan pembodohan pada masyarakat, dan meminta instansi pemerintah terkait segera mengambil sikap tegas.

share it
Facebook
X
WhatsApp
Email

Berita Terkait