logo-bilitano-morowali
Search
Close this search box.

GMDLSL: DESAK PT.IMIP TANGGUNG JAWAB ATAS DAMPAK PLTU DAN TERSUS

Puluhan masa menggelar aksi yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Desa Labota Sadar Lingkungan (GMDLSL), menuntut PT. Indonesia Morowali Industrial Park (PT.IMIP), agar bertangung jawab terhadap dampak lingkungan dari aktivitas terminal khusus (TERSUS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang berlangsung di pintu masuk TERSUS PT.IMIP. Kamis, 18/8/24.

Hadirnya industrialisasi dan hilirisasi nikel menciptakan dampak lingkungan di kawasan PT.IMIP menjadi semakin parah, berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKHL) bahwa kualitas laut dan sungai, banyak parameter yang melebihi standar baku mutu.

“Dampak lingkungan yang tidak berkesudahan masif terjadi dalam kawasan PT.IMIP, hal ini membuat kami sebagai masyarakat labota sudah tidak aman untuk tetap tinggal diam apalagi dampak langsung dari hadirnya jety atau TERSUS dan PLTU yang setiap kali produksi menghasilkan getaran, kebisingan paling parahnya polusi” ungkap Udin selaku Kordinator Lapangan (KORLAP)

Pemerintah setempat tidak melakukan tindakan apapun dalam penyelesaian masalah yang telah dihadapi masyarakat labota, pihak pimpinan PT.IMIP selama aksi berlangsung hingga penutupan ke jalan provinsi tidak kunjung datang menemui masa aksi.

Udin juga menyampaikan bahwa pihak perushaan dalam hal ini pimpinan PT.IMIP tidak ingin menemui massa aksi, tindakan yang tidak koperatif dari pihak PT.IMIP, sangat kami sayangkan karena dengan seperti ini mereka tidak bersedia bertangung jawab terhadap aktivitas industri mereka setiap hari dilakukan.

“Terahir udin menambahkan, seharusnya PT.IMIP bisa bertangung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan hari ini, karena masi banyak masalah lingkungan lainya yang harus diselesaikan tapi masalah lingkungan ini menjadi fokus kita, apalagi kami sebagai masyarakat labota setiap harinya merasakan dampak dari aktivitas PT.IMIP, ironisnya pemerintah ikut berdiam diri tidak melakukan tindakan apapun untuk merespon keluhan masyarakat labota yang terdampak langsung dari hadirnya PLTU dan TERSUS.

“Saya sebagai korlap atas dukungan dan dorongan dari seluruh masa aksi maka kami bersepakat jika aksi ini akan terus berlanjut setiap harinya sampai ada titik penyelesaian dari pihak PT.IMIP, kami juga akan mengajak masyarakat untuk bergerak bersama-sama berjuang agar bisa tercipta keamanan dan keyamanan di labota”.

Hingga pukul 17.30 WITA, masa aksi meninggalkan Jalan Trans Sulawesi dan kembali masuk melakukan pemalangan serta membuka tenda untuk bermalam di depan pintu masuk TERSUS PT.IMIP.

share it
Facebook
X
WhatsApp
Email

Berita Terkait