logo-bilitano-morowali
Search
Close this search box.

Mahasiswa Morowali Raih Prestasi Nasional di Faperta Fair 9, Soroti Minimnya Dukungan Pemda

Mahasiswa asal Kabupaten Morowali kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Faperta Fair 9 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok. Kompetisi tahunan yang menjadi wadah inovasi, sains, dan karya ilmiah mahasiswa tersebut tahun ini bekerja sama dengan Sentosa Foundation dan Universitas Muhammadiyah Mataram.

Delegasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Morowali Yogyakarta (IPMMY) berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi. Tim tersebut meraih Juara 2 Nasional kategori Business Plan, Gold Medal pada subtema Industri Kreatif, serta Juara Favorite Poster.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Moh Rifai, Baso Tenri Sau, dan Andika Qiswara. Namun, Andika Qiswara tidak dapat mengikuti kompetisi secara langsung di Lombok akibat keterbatasan biaya keberangkatan.

Ketua Tim sekaligus Ketua Terpilih IPMMY, Moh Rifai, mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraih. Meski demikian, ia menyampaikan keprihatinan karena timnya harus berjuang secara mandiri tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah Morowali.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan lomba telah selesai. Kami sangat bersyukur bisa memberikan hasil terbaik untuk Morowali. Namun, jujur ada rasa sedih karena tim kami tidak lengkap di sini. Rekan saya, Andika Qiswara, tidak bisa hadir mendampingi karena terkendala biaya keberangkatan yang sepenuhnya kami upayakan secara mandiri tanpa adanya bantuan dari Pemda,” ujar Rifai.

Ia menjelaskan, sebelum keberangkatan menuju ajang nasional tersebut, pihaknya telah bertemu dan berdiskusi langsung dengan Bupati Morowali pada 25 April 2026 untuk menyampaikan rencana keikutsertaan delegasi mahasiswa Morowali. Namun hingga waktu keberangkatan tiba, dukungan yang diharapkan belum terealisasi.

“Padahal sebelum keberangkatan kami sudah berdiskusi langsung dengan Bupati dan menjelaskan bahwa kami akan membawa nama Morowali di ajang nasional ini. Namun sampai hari keberangkatan, dukungan dari Pemda belum hadir dalam mendukung kegiatan lomba ini,” lanjutnya.

Rifai menegaskan, keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja keras tim serta dukungan moral dari sesama mahasiswa dan masyarakat Morowali.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Morowali dan rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan doa serta dukungan luar biasa. Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Morowali,” katanya.

Keberhasilan delegasi IPMMY tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa asal Morowali memiliki daya saing tinggi dalam bidang inovasi bisnis dan industri kreatif di tingkat nasional. Capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa potensi generasi muda daerah mampu bersaing meskipun menghadapi keterbatasan dukungan.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda Morowali sekaligus menjadi refleksi bagi berbagai pihak untuk lebih memperhatikan pengembangan bakat, kreativitas, dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional.

share it
Facebook
X
WhatsApp
Email

Berita Terkait