Polemik terkait bonus atlet biliar Parigi Moutong kembali mencuat. Para atlet yang bertanding pada Pekan Olahraga Kabupaten Parigi Moutong mengaku dicurangi oleh POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) Parigi Moutong.
Para atlet menilai bonus yang diberikan tidak layak dan tidak sesuai dengan anggaran yang diterima POBSI dari KONI Parigi Moutong. Dari total anggaran Rp10 juta, mereka hanya menerima Rp500 ribu yang dibagi untuk lima orang atlet.
“Kami sudah berjuang keras untuk meraih prestasi, tetapi bonus yang diberikan tidak sepadan dengan usaha kami,” ujar salah satu atlet dengan nada kecewa. “POBSI Parigi Moutong harus menjelaskan ke mana perginya anggaran yang seharusnya menjadi hak kami.”
Para atlet mendesak POBSI dan KONI Parigi Moutong untuk melakukan investigasi internal dan mengambil tindakan tegas terkait dugaan pengelolaan anggaran yang tidak transparan. Mereka juga meminta agar pemberian bonus dievaluasi dan disesuaikan dengan prestasi yang telah dicapai.
Polemik ini memicu reaksi keras dari masyarakat olahraga Parigi Moutong yang menuntut akuntabilitas dan keterbukaan dari POBSI maupun KONI terkait penggunaan anggaran tersebut.





