Aliansi Masyarakat Desa Geresa dan Laroue (GELAR) Bersatu kembali melakukan aksi penolakan tambang batu gamping, aksi unjuk rasa berlangsung di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) kemudian dilanjutkan ke kantor Bupati kabupaten Morowali. (20/5/24)
Aksi penolakan tambang batu gamping yang dilakukan saat ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya sikap tegas dari ketua umum IPPMIM- MAKASSAR, serius menolak tambang.
“Afdhal Shaputra atau Reza menyatakan bahwa Aksi yang di lakukan Masyarakat Laroue merupakan yang ke dua kalinya dengan isu yang sama yaitu mencabut 6 WIUP yang berada di Desa Geresa dan Laroue, seharusnya pada saat aksi yang pertama, kami lakukan bersama masyarakat Desa Geresa dan Laroue telah mendapatkan kejelasan dari pemda sesuai dengan tuntutan dan alasan penolakan masyarakat yang tidak ingin kehilangan lahan bertani”
Kurangnya keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dalam mempertahankan tanah, yang sejak lama digunakan untuk bertani membuat masyarakat kita semakin kesulitan untuk mempertahan tanah mereka, ucapnya.
Ia juga menambahkan, Jika pemerintah kita berpikir panjang dengan tujuan mereka menghhadirkan investasi ini justru akan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat di dua Desa apalagi masyarakat yang setiap harinya beraktivitas sebagai petani dan nelayan merekalah paling pertama merasakan dampak dari aktivitas batu gamping nantinya, jadi pemerintah harus pikirkan hal ini lebih jauh, sebab yang paling utama adalah bagaimana masyarakat kita bisa hidup dengan aman bukan terusik dengan hadirnya investasi.
Melihat keresahan masyarakat di dua Desa tersebut maka kami menyampaikan kepada pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, pemerintah Daerah, hingga Pemerintah Kecamatan dan Desa harus serius melakukan penolakan dan pencabutan WIUP batu gamping ini tanpa syarat apapun, karena ini adalah langkah yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman nyata akan kehilangan mata pencaharian.
Olehnya itu kami meminta kepada seluruh unsur pimpinan pemerintahan agar segera merealisasikan point tuntutan masyarakat yang melakukan aksi penolakan tambang dalam waktu dekat, jika tidak ada respon apapun dilakukan pemerintah maka kami akan kembali melakukan aksi penolakan yang lebih besar dari sebelumnya dengan keterlibatan semua organ yang telah berkomitmen untuk menolak tambang. Tutup Reza kepada bilitanomorowali.com





