Asyam Saiful resmi dipercaya sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Hidjaz Study Club ,Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI). Ia terpilih secara aklamasi dalam forum organisasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, penuh kebersamaan, dan komitmen untuk melanjutkan perjalanan organisasi.
Terpilihnya Asyam melalui mekanisme aklamasi menjadi bentuk kepercayaan peserta forum terhadap dirinya untuk memimpin proses formatur sekaligus mempersiapkan arah kepengurusan Hidjaz Study Club FH UMI ke depan.
Usai ditetapkan sebagai ketua formatur, Asyam menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, keputusan forum tersebut bukan sekadar dukungan personal, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan tanggung jawab bersama.
“Saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi Ketua Formatur sekaligus Ketua Umum Hidjaz Study Club FH UMI. Aklamasi ini bagi saya bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata, komitmen, dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menilai proses aklamasi yang berlangsung dalam forum menunjukkan adanya semangat persatuan serta keinginan bersama untuk menjadikan Hidjaz Study Club FH UMI sebagai organisasi yang semakin solid dan progresif.
Dalam kepengurusan mendatang, Asyam berkomitmen membangun organisasi yang mampu melahirkan pemikiran kritis dalam merespons berbagai fenomena hukum, baik di tingkat nasional maupun global. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi, serta ruang diskusi di lingkungan Hidjaz Study Club FH UMI.
Menurutnya, seluruh kader memiliki peran penting dalam menentukan arah dan perkembangan organisasi. Karena itu, kolaborasi menjadi salah satu prinsip yang akan dikedepankan dalam menjalankan roda kepengurusan.
“Hidjaz Study Club bukan milik satu orang atau satu kelompok. Organisasi ini adalah rumah bersama yang dibangun dari gagasan, proses, dan kontribusi banyak kader. Karena itu, kepengurusan ke depan harus lahir dari semangat kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen untuk menjaga marwah organisasi,” katanya.
Asyam berharap kepercayaan yang lahir melalui proses aklamasi dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong gerakan organisasi yang lebih relevan dengan perkembangan hukum, dunia akademik, serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
“Setelah proses ini, tugas kita bukan lagi berbicara mengenai siapa yang dipilih, tetapi bagaimana kita bersama-sama bekerja untuk membesarkan Hidjaz Study Club. Perbedaan gagasan harus menjadi kekuatan untuk melahirkan langkah-langkah yang lebih baik,” tuturnya.





